Bahan Ajar
Oleh : Ika Nafisatul Korijah
A. Pengertian
Bahan
ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk
perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.
Sedangkan
menurut Pannen (1995) Bahan ajar adalah bahan atau materi pelajaran yang
disusun secara sisitematis, yang digunakan
guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Jadi dari pengertian diatas
dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yaitu seperangkat materi yang disusun
secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta
lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.
Bahan ajar mempunyai struktur dan urutan yang sistematis,
menjelaskan tujuan instruksional yang akan dicapai, memotivasi peserta didik
untuk belajar, mengantisipasi kesukaran belajar peserta didik sehingga
menyediakan bimbingan bagi peserta didik untuk mempelajari bahan tersebut,
memberikan latihan yang banyak, menyediakan rangkuman, dan secara umum
berorientasi pada peserta didik secara individual (learner oriented). Biasanya,
bahan ajar bersifat mandiri, artinya dapat dipelajari oleh peserta didik secara
mandiri karena sistematis dan lengkap (Panen dan Purwanto, 2004).
Bahan
ajar dapat dibedakan menjadi empat:
a.
Fakta, siswa diminta untuk mengingat suatu obyek, symbol atau pristiwa.
b.
Konsep, siswa diminta untuk menyatakan suatu definisi, menuliskan cirri
khas tertentu, mengklasifikasikan beberapa contoh sesuatu dengan suatu
definisi.
c.
Prosedur, siswa diminta untuk menjelaskan langkah- langkah, prosedur
scara urut, atau memecahakn suatu masalah atau membuat sesuatu.
d.
Prinsip, siswa diminta untuk mengemukakan hubungan antara beberapa
konsep atau menerangkan keadaan ataupun hasil hubungan antara berbagai macam
konsep.
B. Bentuk Bahan Ajar
a.
Bahan cetak
seperti: hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart,
b.
Audio
Visual
seperti: video/film,VCD
c.
Audio
seperti: radio, kaset, CD audio,
PH
d.
Visual
Seperti : foto, gambar, model/maket.
e.
Multi Media
Seperti : CD interaktif, computer Based, Internet
Bahan ajar juga mempunyai
beberapa cakupan dalam penyusunan suatu bahan ajar, diantaranya:
•
Judul,
MP, SK, KD, Indikator, Tempat
•
Petunjuk
belajar (Petunjuk siswa/guru)
•
Tujuan
yang akan dicapai
•
Informasi
pendukung
•
Latihan-latihan
•
Petunjuk
kerja
•
Penilaian
C.
Pengembangan bahan
ajar
Prosedur Pengembangan Bahan Ajar. Ada beberapa langkah dalam
mengembangkan bahan ajar yaitu:
1.
Menganalisis
kebutuhan instruksional yang menghasilkan perilaku-perilaku umum yang dibuat
dalam bentuk Tujuan Instruksional Umum (TIU);
2.
Menganalisis tujuan
instruksional dengan menjabarkan perilaku-perilaku umum dari TIU menjadi
perilaku-perilaku khusus yang menghasilkan perilaku-perilaku yang diharapkan
dimiliki oleh siswa;
3.
Menganalisis karakteristik
siswa dan lingkungan menghasilkan perilaku-perilaku khusus yang sudah dimiliki
oleh siswa;
4.
Merumuskan Tujuan
Instruksional Khusus (TIK) yang diperoleh dari perilaku-perilaku khusus yang
diharapkan dan perilaku-perilaku khusus yang sudah dimiliki siswa.
Dalam
proses pengembangan bahan ajar terdapat 7 faktor yang harus dipertimbangkan
dalam penyusunannya sehingga bahan ajar tersebut benar-benar menjadi bahan ajar
yang efektif dan efisien. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
1.
Kecermatan isi, berkenaan
dengan validitas isi dan keselarasan isi
2.
Ketepatan cakupan,
berkenaan dengan keluasaan dan kedalaman materi, serta keutuhan konsep yang
dibahas berdasarkan bidang ilmunya
3.
Ketercernaan bahan ajar,
berkenaan dengan kemudahan bahan ajar tersebut dipahami dan dimengerti oleh
pengguna
4.
Penggunaan bahasa,
berkenaan dengan pemilihan ragam bahasa, pemilihan kata, penggunaan kalimat
efektif, dan penyusunan paragraf yang bermakna
5.
Perwajahan/pengemasan,
berkenaan dengan penataan letek informasi dalam satu halaman cetak
6.
Ilustrasi, berkenaan dengan
variasi penyampaian pesan dalam bahan ajar agar lebih menarik, memotrivasi,
komunikatif dan membantu pemahaman terhadap isi pesan
7.
Kelengkapan, komponen,
berkenaan dengan paket bahan ajar yang dapat berfungsi sebagai komponen utama,
komponen pelengkap dan komponen evaluasi.
No comments:
Post a Comment